Wiro (Si Anak Rimba)

Wiro Si Anak Rimba
Wiro atau Wiro si Anak Rimba, adalah tokoh komik bergenre Tarzan ciptaan Kwik Ing Hoo (Semarang) dan Liem Boen Djien, yang muncul pada tahun 1956. Kwik Ing Ho sebagai pelukisnya dan Liem Boen Djien adalah sebagai penulis ceritanya.
Di Indonesia sebenarnya banyak beredar komik bergenre Tarzan, tapi komik Wiro ini lah yang tersukses dan paling dikenal para pembaca komik dari era 50-an hingga 80-an.
Aksi dan petualangan Wiro dalam komiknya mungkin paling pas dengan selera para pembaca, dan juga kondisi alam yang sesuai dengan alam Indonesia, serta para binatang hutan sahabat Wiro juga sangat menarik untuk dinikmati para pembaca komik di Indonesia.
Kisah awal dan alur ceritanya sebenarnya tidak terlalu jauh dengan cerita Tarzan, mengenai seorang anak remaja yang dari kecil hidup di hutan, berteman dengan para binatang hutan hingga beranjak remaja, berjuang melawan para penjahat yang berencana mengganggu dan merusak ketentraman hutan. Tokoh Wiro ini selain bergenre Tarzan, mungkin lebih tepat kalau disebut lebih mendekati kisah Mowgli si Jungle Boy. Wiro bersenjatakan ketapel berayun dari dahan pohon ke dahan lain. Komik Wiro ini begitu populer di masanya dan berimbas ke banyak anak Indonesia yang mengikuti gaya Wiro menggunakan ketapel dan naik turun pohon pada masa tahun 60 sampai 70-an. Kepopuleran komik Wiro ini rupanya tidak hanya dinikmati oleh anak-anak Indonesia saja, bahkan Obama pun ketika masa kecilnya di Indonesia sempat membaca komik Wiro. Petualangan Wiro dari pulau Jawa menuju hutan Sumatra, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua (dulu Irian) bersama binatang sahabatnya kera, orangutan, harimau dan gajah.
Tahun 1980-an komik Wiro dicetak ulang dengan Ejaan Yang Disempurnakan, dan ada beberapa adegan yang direvisi dan diganti oleh Kwik Ing Hoo, salah satunya adalah saat Wiro memburu babi hutan dan memakannya, babi hutan diganti dengan rusa.
Kemudian pada akhir 80-an, kisah Wiro dilanjutkan oleh komikus lain, tapi kualitas coretannya masih di bawah kualitas coretan karya Kwik Ing Hoo.

Asal-usul
Awal cerita, ayah Wiro menikah lagi setelah ibunya meninggal. Wiro kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya, suatu hari ia memutuskan untuk lari dari rumah. Mengembara sampai pantai di wilayah ujung barat pulau Jawa. Ia membawa binatang peliharaannya seekor kera, yang dibelinya dari seorang yang suka menyiksa kera tersebut.
Wiro sempat bekerja membantu nelayan, dan kemudian suatu hari ia pun pergi menyeberangi selat Sunda menuju pulau Sumatera. Di pulau Sumatera berbekal sebilah pisau ia hidup di hutan rimba. Wiro hidup dari berburu dan makan buah buahan. Wiro mulai membina persahabatan dengan orangutan, harimau dan gajah. Uniknya setiap persahabatan dimulai karena balas budi, misalnya anak si orangutan yang ditolong Wiro ketika hendak dimangsa binatang buas lain, atau si gajah atau harimau yang ditolong dari perangkap. Sejak itu Wiro pun selalu bersama dengan para binatang sahabatnya.
Komik Wiro
  1. Asal-usulnja Wiro, Kwik Ing Hoo, (Liong Semarang, 1956)
  2. Wiro di Dalam Rimba Sumatera, Kwik Ing Hoo,
  3. Wiro Bertemu dr. Watson, Kwik Ing Hoo,
  4. Wiro Di Rimbu Kalimantan, Kwik Ing Hoo,
  5. Wiro Sikat Badjak Laut, Kwik Ing Hoo,
  6. Wiro Kontra Perampok Mutiara, Kwik Ing Hoo,
  7. Wiro di Dalam Hutan Belukar Celebes, Kwik Ing Hoo,
  8. Wiro Dalam Rimba Raja Irian, Kwik Ing Hoo,
  9. Wiro Melawan Tentara Djepang, Kwik Ing Hoo,
  10. Wiro Kembali ke Asalnja, Kwik Ing Hoo,

Link : Wiro Si Anak Rimba

Komentar