Siauw Tik Kwie

SiauW Tik Kwie
Siauw Tik Kwie

Foto diambil dari Komik Sie Djin Koei Tjeng Tang terbitan Zhambala cetakan pertama 1983.
OTTO SUASTIKA (Siauw Tik Kwie) Dilahirkan pada tanggal 21 Juni 1913 di kota Surakarta. Pendidikan yang diperolehnya adalah dari Sekolah Tiong Hoa Hwe Kuan, yaitu sekolah bagi golongan Timur Asing-Cina pada masa penjajahan Belanda. Di sekolah inilah ia mendapatkan pelajaran seni rupa dari guru-guru yang pandai dan ia pun sangat berbakat.

Selain bakat melukis yang kian terasah, ia juga belajar filsafat dari Khong Hu Cu (Confussianisme). Ditambah lagi dengan hobbynya membaca buku-buku legenda Cina seperti Hong Sin, Sam Kok. Si Jin Kui, Si Kiong, Gak Hui, dan lain sebagainya. Ia belajar memvisualisasikan tokoh-tokoh dalam legenda itu hanya untuk iseng kemudian di berikan kepada teman-temannya


Mutasi dari Surakarta ke Jakarta membawanya berkawan dengan Kho Wan Gi (komikus Put On), Lee Man Fong dan lain-lain. Sehingga membawa keluasan cakrawala dunia gambar menggambarnya. Ia melukis komik untuk surat kabar Sing Po, Majalah Liberty Malang, Starmagazine Jakarta, mingguan Star Weekly, dan masih banyak lagi.

Atas saran dari Auwyang Peng Koen (PK Ojong) yang termasuk pendiri harian Kompas, Sieuw Tik Kwie diminta untuk melukis Sie Djin Koei. Dan ia pun menyanggupinya. Kelar dalam waktu yang cukup lama yaitu 7 tahun.

Sebagai pelukis, Siauw Tik Kwie pernah empat kali mengadakan pameran tunggal di Balai Budaya, Jakarta. Pamerannya yang terakhir diadakan pada 1980, dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Dr. Daoed Joesoef, dan disponsori oleh Jusuf Wanandi, SH (Liem Bian Kie, SH).

Siauw Tik Kwie adalah komikus besar dengan coretan berdasarkan wayang potehi. Dwilogi karyanya yang monumental, Sie Djin Koei Tjeng Tang (Sie Jin Kui Menyerbu ke Timur) dan Sie Djin Koei Tjeng See (Sie Jin Kui Menyerbu ke Barat), semula dimuat seminggu sekali di majalah Star Weekly.

Oom Siauw memang bekerja sebagai illustrator cerpen, cersil, dan cerdek, di majalah tersebut. Selain itu juga melukis sampul buku-buku cersil yang diterjemahkan oleh OKT seperti Kim Tjoa Kiam, Tjie Hong Piauw, Giok Lo Sat dan Pek Hoat Mo Lie. Ciri khas lukisannya, tokoh pendekar prianya gagah keren, pendekar wanitanya cantik galak.

Ada rencana melanjutkan dengan serial Hong Kiauw - Lie Tan (Kisah Sie Kong, cucu Sie Jin Kui), malangnya majalah Star Weekly (entah karena apa) mendadak dibreidel (!). Belakangan Oom Siauw memakai nama Otto Swastika dan menjadi pelukis kanvas sampai meninggal.

link : Siauw Tik Kwie

Komentar